MORAL VALEUS INTERNALIZATION OF BHINNEKA TUNGGAL IKA: A SOLUTION TO THE PROBLEM OF RADICALISM

Humaidi Humaidi, Dewi Puji Lestari

Abstract


Bhinneka Tunggal Ika telah ditetapkan sebagai salah satu pilar bangsa selain Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 yang umumnya dikenal sebagai empat pilar kebangsaan. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai moto atau slogan, tetapi menjadi sumber nilai bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah roh dan jiwa Republik Indonesia yang disarikan dari pengalaman hidup masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai sumber nilai, tidak hanya dalam hal hubungan horizontal yang terkait dengan kehidupan sosial antara manusia dan alam semesta, tetapi juga hubungan vertikal antara makhluk, makhluq dan Khaliq, Tuhan. Dengan mengetahui dan mengaktualisasikan nilai-nilai Persatuan dalam Keragaman, Indonesia akan lebih damai dan harmonis; kehidupan komunitas akan lebih toleran dan menghargai semua perbedaan; dan sebaliknya. Artikel ini akan menjelaskan secara analitis dan filosofis nilai-nilai yang terkandung dalam Unity in Diversity sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keywords


radikalisme, persatuan, toleransi, harmoni, sumber nilai

Full Text:

PDF

References


Journal Papers

Farisi, Mohammad Imam. “Bhinneka Tunggal Ika [Unity in Diversity]: From Dynastic Policy to Classroom Practice,” Journal of Social Science Education, Volume 13 (1), (2014).

Lestari, Gina. “Bhinneka Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia di Tengah Kehidupan Sara, Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan, 28 (1), (2015).

Misrawi, Zuhairi. “Kesadaran Multikultural dan Deradikalisasi Pendidikan Islam: Pengalaman Bhinneka Tunggal Ika dan Qabul al-Akhar,” Jurnal Pendidikan Islam, Volume II, (1), (2013).

Mustasyir, Rizal. “Bhinneka Tunggal Ika dalam Perspektif Filsafat Analitik,” Jurnal Filsafat, (7), 1995).

Niron, M.D., C.A. Budiningsih, Pujiriyanto. “Rujukan Integratif dalam Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar,” Jurnal Kependidikan, Volume 43, Nomor 1, Mei 2013.

Pursika, I Nyoman. “Kajian Analitik terhadap Semboyan “Bhinneka Tunggal Ikam” Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, Jilid 41, (1), (2009).

Winataputra, Udin Saripudin. “Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal Ika dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa,” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, No. 075, (14), (2008).

Book

Bamualim, Chaider S., Hilman Latief, Irfan Abubakar, ed. Kaum Muda Muslim Milenial: Konservatisme, Hibridasi Identitas, dan Tantangan Radikalisme. Jakarta: CSRC dan PPIM UIN Jakarta, 2018.

Bangun Jiwa, Ki Juru. Belajar Spiritual bersama The Thingking General. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher, 2009.

Burhanuddin, Jajat dan Kees van Dijk, Islam Indonesia: Contrasting Images and Interpretation, Amsterdam: Amsterdam University Press, 2013.

Djafar, Hasan. Masa Akhir Majapahit: Grindrawarddhana dan Masalahnya. Depok: Komunitas Bambu, 2012.

Drakeley, Steven. The History of Indonesia. London: Greewood Press, 2005.

Krisna, Anand. Ancient Wisdom for Modern Leaders: Niti Sastra Kebijakan Klasik bagi Manusia Indonesia Baru. Jakarta: PT Gramedia, 2008.

Al-Farabi, Mabadi Ara Ahl al-Madinah al-Fadhila, Revised Text with Introduction, Translation, and Commentary by Richard Martin. Oxford: Clarendon Press, 1985.

Al-Farabi, Risalah fi Ithbat al-Mufaraqah Haydarabad: Majlis Da’irah al-Ma‘arif al-Uthmaniyyah, 1926.

Literatur Keislaman Generasi Melenial: Executive Summary, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PusPIDEP Yogyakarta, 2018.

Al-Makassary, Ridwan dan Ahmad Gaus AF, ed. Benih-Benih Islam Radikal di Masjid: Studi Kasus Jakarta dan Solo. Jakarta: CSRC UIN Jakarta, 2010).

M. Vlekke, Bernard H. Nusantara: Sejarah Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2008.

Madjid, Nurcholish. Indonesia Kita. Jakarta: Universitas Paramadina, 2004.

Nasr, Seyyed Hossein. Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. Cichago: ABC International, 1997.

Nasr, Seyyed Hossein. Religiaon and the Order of Nature. New York: Oxford University Press 1996.

Nasr, Seyyed Hossein. Traditional Islam in Modern World. London: Kegan Paul International, 1994.

Schuon, Frithjof. Mencari Titik Temu Agama-Agama, diterjemahkan oleh Safrodin Bahar. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003.

Oentoro, Jimmy. Indonesia Satu, Indonesia Beda, Indonesia Bisa: Mambangun Behnika Tunggal Ika di Bumi Nusantra. Jakarta: Gramedia: Pustaka Utama, 2010.

Rachmat, Ringkasan Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, (Grasindo).

Schuon, Frithjof. Mencari Titik Temu Agama-Agama, diterjemahkan oleh Safroedin Bahar. Jakarta, Pustaka Firdaus, 2003.

Siroj, Said Aqil. Tasawuf sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi. Bandung: Mizan, 2006.

Soekarno, Indonesia Arouses! Soekarno’s Defence Oration in the Political Trial of 1930, disunting, diterjemahkan, dan diberi keterangan dan pengantar oleh Roger K. Pget. Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1975.

Al Walid, Kholid. Perjalanan Jiwa Menuju Akhirat: Filsafat Eskatologi Mula Shadra, Jakarta: Sadra Press, 2012.

Wood, Michael. Sejarah Resmi Indonesia: Versi Orde Baru dan Para Penentangnya, diterjemahkan oleh Astrid Reza dan Abmi Handayani. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013.

Yazdi, Mehdi Hairi. Menghadirkan Cahaya Tuhan: Epistemologi Iluminasionis dalam Filsafat Islam, diterjemahkan oleh Ahsin Muhammad. Bandung: Mizan, 2003.

Online

Siswonov, Joko. Arti Bhineka Tunggal Ika Sebenarnya, http://sejarah.kompasiana.com/2013/10/16/ arti-bhinneka-tunggal-ika-sebenarnya-601066.html, retreived March, 2018.

Katulistiwa, Dianrana. Sejarah dan Makna Semboyan Bhenneka Tunggal Ika, dianrana-katulistiwa.com/bti.pdf retreived March, 2018)




DOI: https://doi.org/10.36670/alamin.v2i02.25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Humaidi Humaidi, Dewi Puji Lestari

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.