KRIMINALISASI TERHADAP HUKUM KELUARGA DI DUNIA MUSLIM

Maskur Rosyid

Abstract


Banyak hukum keluarga muslim telah beranjak dari fikih klasik, salah satunya adalah adanya unsur pidana. Tujuan umum keberanjakan tersebut adalah untuk melindungi dan meningkatkan status dan derajat kaum perempuan. Di antara kasus yang menjadi sorotan adalah usia perkawinan, perkawinan terlarang, pencatatan perkawinan, perkawinan dan talak di luar pengadilan, dan poligini. Melalui studi pustaka dan pendekatan yuridis-formil, diketahui bahwa poligami menempati urutan teratas yaitu 8 negara dalam daftar persoalan hukum keluarga yang diancam dengan sanksi hukum, disusul masalah perceraian di luar pengadilan atau tanpa registrasi oleh 6 negara, dan selanjutnya adalah masalah pendaftaran dan pencatatan perkawinan oleh 5 negara. Secara umum, sanksi yang dijatuhkan diarahkan kepada pelaku pelanggaran, tetapi di beberapa negara, selain kepada pelaku, hukuman juga diberikan kepada pihak pendukung, penyelenggara, bahkan petugas berwenang yang terkait dengan pelanggaran. Sedangkan sanksi yang dijatuhkan meliputi kurungan, denda, dan kurungan dan denda. Negara terbanyak mencantumkan sanksi hukum dalam hukum keluarga muslim adalah Srilanka. Sementara Somalia, menjadi negara yang paling sedikit menetapkan sanksi dalam Hukum Keluarga mereka.


Keywords


Hukum Keluarga Muslim, Kriminalisasi, Sanksi, Asas Perkawinan, Kesetaraan

Full Text:

PDF

References


‘Awdah, ‘Abd al-Qadir . Al-Tashrī’ al-Jinā’i al-Islāmī. Beirut: Mu’assat al-Risālah, 1997

Anderson, J.N.D. “Modern Trend in Islam: Legal Reform and Modernization in the Middle East”, dalam International and Comparative Law Quarterly, 20, Januari 1971.

Anderson, J.N.D. “The Syirian Lawof Personal Status”, dalam Bulletin of the School of Oriental and African Studies, No. 17, 1955.

Anderson, J.N.D. “The Tunisian Law of Personal Status” dalam International and Comparative Law Quarterly, Vol 7, 1958.

Anderson, J.N.D. Hukum Islam di Dunia Moderen, (terj). Machnun Husein, Surabaya: CV. Amarpress, 1991

Anderson, Norman. Law Reform in the Muslim World. London: the Athlone Press, 1976

Aziz, Abd, “Pendidikan Etika Sosial Berbasis Argumentasi Quranik,” Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam 1, no. 3 (December 29, 2019): 466–89, https://doi.org/10.36671/andragogi.v1i3.68.

Butt, Simon. “Polygamy and Mixed Marriage in Indonesia: The Application of The Marriage Law in Courts,” dalam Timothy Lindsey (Ed.), Indonesia: Law and Society. Leichhardt: The Federation Press, 1999.

Cayne, Bernard S. (Ed.), The Encyclopedia Americana, vol. XVIII, New York: Grolier Incorporated, 1996

Dahlan, Abdul Aziz. (Ed.), Ensiklopedi Hukum Islam, jld. IV, Jakarta: Ichtiar Baru van Houve, 1997.

Fakih, Mansour. Analisis Gender & Tranformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996

Family Law 1974 (UU No. 1/1974)

Gupta, Kiran. “Poligamy-Law Reform in Modern Muslim States: A Study in Comparative Law”, dalam Islamic and Comparative Law Review, Vol. XII, No. 2, 1992.

Hadi, Abdul. “Fikih Mazhab Syāfi‘ī dalam Peraturan Perundang-undangan tentang Perkawinan di Indonesia, Brunei, dan Malaysia (1971-1991), Disertasi pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2000.

Hinchcliffe, Dawoud El Alami dan Doreen. Islamic Marriage and Divorce Laws of the Arab World. London: Kluwer Law International, 1996.

Iman, Fauzul. “Pemikiran Muhammad Rasyid Ridla tentang Ijtihad dan Manifestasinya dalam Fiqh (Kajian terhadap Kitab Yusr al-Islām wa Uṣūl al-Tashrī‘ al-‘Ām)” Sinopsis Disertasi, Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2004.

Islamic Family Law (Federal Teritory) Act 1984 (Act 304 of 1984)

Jaziri, ‘Abdurrahman al-. Kitāb al-Fiqh ‘alā al-Madhāhib al-Arba‘ah, jld. V, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999.

Jones, Gavin W. Mariage Divorce in Islamic South-East Asia. Oxford: Oxford University Press, 1994.

Khadduri, Majid. “Marriage in Islmic Law: The Modernists Viewpoints”, dalam The American Journal of Comparative Law, No. 26, 1978.

Kompilasi Hukum Islam

Law on Personal Status 1929 dan Amandemennya UU No.100 1985 Pasal 23 A

Mahmood, Tahir. Family Law Reform in the Muslim World. Bombay: N.M. TRIPATHI PVT. LTD., 1972

Mahmood, Tahir. Family Law Reform in the Muslim World. Bombay: N.M.Tripathi PVT, Ltd., 1972.

Mahmood, Tahir. Personal Law in Islamic Countries (History, Texs and Comparative Analysis), New Delhi: Academy of Law and Religion New Delhi, 1987.

Mahmood, Tahir. Personal Law in Islamic Countries. New Delhi: Times Press, 1987.

Mallat, Chibli. “Shi’ism and Sunnism in Iraq: Revisiting the Codes” dalam Chibli Mallat dan Jane Connors, Islamic Family Law. London: Graham & Trotman, 1993.

Morris, William. The Heritage Illustrated Dictionary of the English Language, Vol. II, Boston: Houghton Mifflin Campany, 1979.

Muslim Marriage and Divorce Act 1951

Nasution, Khoiruddin. Status Wanita di Asia Tenggara: Studi Terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Indonesia dan Malaysia. Jakarta: INIS, 2002.

Newby, Gordon N. “Family Law” dalam John L. Esposito (Ed.), The Oxford Encyclopaedia of the Modern Islamic World, jld IV, Oxford University Press, 1991.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 9 tahun 1975.

Rasjidi, Lili. Hukum Perkawinan dan Perceraian di Malaysia dan Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991.

Saihu, “Pendidikan Sosial Yang Terkandung Dalam Surat At-Taubah Ayat 71-72”, Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, VOL: 09, No. 1 (2020): 127-148.

Shaham, Ron. Family and the Courts in Modern Egypt: A Study on Decisions by the Shari’a Courts 1900-1955. Leiden: E.J. Brill, 1997

Shahrur, Muhammad. Metodologi Fiqh Islam Kontemporer, (terj). Sahiron Syamsuddin dan Burhanudin. Yogyakarta: elSAQ Press, 2004

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Hukum dalam Masyarakat. Jakarta: Rajawali, 1982.

The Code of Personal Status 1976 dan amandemennya (UU No. 25 /1977)

The Code Personal 1959

The Family Code 1975 (UU No. 23/1975)

The Marriage Law 1931-1937

Tim Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III, Jakarta: Balai Pustaka, 2001

UU Keluarga Islam Johor 1990

UU Keluarga Islam Kedah 1979 (No. 1 Tahun 1984)

UU Keluarga Islam Kelantan 1983

UU Keluarga Islam Melaka 1983

UU Keluarga Islam Negeri Sembilan 1983,

UU Keluarga Islam Pahang 1987 (No. 3)

UU Keluarga Islam Perak 1984 (No. 1)

UU Keluarga Islam Perlis 1992

UU Keluarga Islam Pulau Pinang 1985

UU Keluarga Islam Sabah 1992

UU Keluarga Islam Selangor 1989 (No. 2)

UU Keluarga Islam Serawak 1991

UU Keluarga Islam Terengganu 1985

UU Keluarga Islam Wilayah Persekutuan 1984

UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Yeshua, Ilan. (CEO), The New Encylopaedia Britannica, vol. 22, Edisi, XV, Chicago: Encylopaedia Britannica, Inc., 2003.

Zuhayly, Wahbah al-. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, juz VII, Damasku; Dār al-Fikr, 1997




DOI: https://doi.org/10.36670/alamin.v3i1.48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Maskur Rosyid

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.