PELACAKAN HADIS BEPERGIAN WANITA TANPA MAHRAM

Abd Aziz, Yuan Martina Dinata

Abstract


Tujuan artikel ini adalah mentakhrij hadis tentang larangan wanita untuk bepergian tanpa mahram dengan metode “takhrij bi al-lafdz”, atau takhrij berdasarkan lafal pertama matan hadis. Kesimpulan artikel ini adalah pertama, wanita dilarang bepergian tanpa seorang muhrim bersamanya jika bepergian sehari/semalam ataupun tiga hari atau lebih dalam berhaji, maupun perjalanan biasa yang keadaannya kurang terjaga keamanan dan keselamatan bagi wanita tersebut. Kedua, perginya wanita yang diperbolehkan adalah jika memenuhi syarat-syarat di antaranya: dengan izin suami, menutup aurat, suasana perjalanan yang aman, tidak tabarruj meskipun waktu yang ditempuh tidak mencapai sehari semalam. Ketiga, hadis mengenai larangan wanita bepergian tanpa mahram termasuk hadis ahad mashhur. Karenanya itu, boleh dijadikan sebagai hujjah dengan pengecualian situasi negara aman, dan terjaga keselamatan wanita muslim tersebut selama bepergian. Pernyataan berbasis pendapat ulama yang berkesimpulan bahwa syarat kesertaan mahram itu bukan syarat mutlak, melainkan syarat yang diperlukan pada saat perjalanan keluar kota yang tidak terjamin keamanannya, baik dari kejahatan maupun dari fitnah lainnya.

Keywords


Takhrij Hadits; Takhrij Bil Al-LafziI; Wanita; Mahram; Misoginis

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Amin. Metodologi Fiqh Sosial Dari Qouli Menuju Manhaji. Pati: Fikih Sosial Institut, 2015.

Al-Salam, ‘Izz al-Din bin ‘Abd. Qawa’id Al Ahkam Fi Masalih Al-Anam. Dar al–Jayl, 1980.

Al-Tahhan, Mahmud. Usul Al-Takhrij Wa Dirasah Al-Asanid. Riyad: Maktabat al Ma’arif, 1991.

Al-Turmudhi, Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa. , Al-Jami’ Al-Sahih Sunan Al-Turmudhi. Matba’ah al-Babi al-Halabi, 1937.

Aziz, Abd. “PENDIDIKAN ETIKA SOSIAL BERBASIS ARGUMENTASI QURANIK.” Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam 1, no. 3 (December 29, 2019): 466–89. https://doi.org/10.36671/andragogi.v1i3.68.

Aziz, Abd, and Yuan Martina Dinata. “Bahasa Arab Modern Dan Kontemporer; Kontinuitas Dan Perubahan.” Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Keislaman 3, no. 2 (October 21, 2019): 152–68. https://doi.org/10.36671/mumtaz.v3i2.38.

Aziz, Abdul. “TA’RIB DAN SEMANGAT NASIONALISME KEBAHASAAN ARAB.” Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam 2, no. 1 (August 27, 2019): 38–48. https://doi.org/10.36670/alamin.v2i1.15.

Dawud, Sulayman bin Asyas Abu. Sunan Abi Dawud. Beirut: Dar al-Fikr, n.d.

Djazuli, A. Kaidah-Kaidah Fikih. Jakarta: Kencana, 2007.

Ismail, M. Syuhudi. Metodologi Penelitian Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Majah, Abu ‘Abd Allah bin Muhammad al-Qazwini Ibnu. Sunan Ibnu Majah. Kairo: Dar al-Fikr, n.d.

Qardawi, Yusuf. Kayfa Nata’amal Ma’a Al-Sunnah Al-Nabawiyah. Attaqwa, 1990.

Saihu, Made, and Abdul Aziz. “Implementasi Metode Pendidikan Pluralisme Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.” Belajea; Jurnal Pendidikan Islam 5, no. 1 (2020): 131–50. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29240/belajea.v5i1.1037.

Saihu, Saihu. “ETIKA MENUNTUT ILMU MENURUT KITAB TA’LIM MUTA’ALIM.” Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam 3, no. 1 (2020): 99–112.

———. “Pendidikan Sosial Yang Terkandung Dalam Surat At-Taubah Ayat 71-72.” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 01 (2020): 127–48.

Yuslem, Nawir. Ulumul Hadis. Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 2001.

Zaydan, ‘Abd al-Karim. Al-Mufassal Fi Ahkam Al-Mar’ah Wa Al-Bayt Al-Muslim Fi Shari’ah Al-Islamiyyah. Beirut: Mua’ssasah al-Risalah, 1993.




DOI: https://doi.org/10.36670/alamin.v4i01.86

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Abd Aziz, Yuan Martina Dinata

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.